Inggris

Own Goal Huth Selamatkan Muka Arsenal

Tembakan Nacho Monreal yang membuat Robert Huth mencetak go bunuh diri

Arsenal berhasil menyelamatkan wajah mereka di hadapan publik Emirates Stadium. Dalam laga dini hari tadi The Gunners sukses membawa pulang poin penuh usai mengalahkan sang tamu, Leicester City dengan skor tipis 1-0. Gol sematawayang Skuad Meriam London tercipta lewat gol bunuh diri pemain bertahan The Foxes, Robert Huth.

Ada yang sedikit berbeda dengan skema permainan Arsenal dinihari tadi. Sang manajer, Arsene Wenger menurunkan formasi dengan susunan tiga bek sentral sejajar. Entah sejak kapan formasi tiga bek sejajar ini populer di negeri Ratu Elizabeth, sejak Antonio Conte menangani Chelsea mungkin? Namun kenyataannya itulah yang terjadi di lapangan, The Gunners turun dengan formasi tiga bek sentral.

Sementara itu, laga dinihari tadi tidak berpengaruh banyak bagi Leicester City. The Foxes yang kini berada di peringkat 15, tidak akan terlalu terpengaruh mengingat selisih poin yang cukup jauh juga dari zona degradasi. Sedangkan bagi The Gunners, kemenangan semalam membuat mereka kini menempel Everton dengan hanya selisih satu poin saja.

Laga Sempat Berjalan Membosankan

Mesut Ozil dalam laga kontra Leicester City dini hari tadi

Mesut Ozil dalam laga kontra Leicester City dini hari tadi

Pertandingan antara Arsenal menghadapi Leicester City pada dinihari tadi bisa dibilang berjalan cukup membosankan. Meskipun saling bertukar serangan, tidak ada gol yang tercipta di sepanjang pertandingan. Tuan rumah yang tampil lebih mendominasi dari tim tamu juga kurang memiliki kematangan dalam penyelesaian akhir, sehingga hampir 45 menit pertama skor kacamata tidak berubah.

Lini depan The Foxes sebenarnya juga tampil cukup merepotkan barisan pertahanan The Gunnners. Kombinasi serangan Jamie Vardy dan Leonardo Ulloa kerap kali menyulitkan Laurent Koscielny dan kawan-kawan. Apalagi diperkuat dengan fakta bahwa Arsenal menurunkan formasi tiga bek sejajar yang terinspirasi dari Chelsea. Koordinasi yang belum terlalu sempurna membuat lini belakang The Gunners kerap kali kerepotan.

Memasuki paruh kedua, tuan rumah berniat menambah daya gedornya dengan menurunkan Danny Welbeck. Sementara itu tim tamu juga tidak ingin ketinggalan, merreka memasukan Shinji Okazaki yang masuk menggantikan Ulloa. Belum cukup puas, pada menit ke-75 manajer Arsene Wenger memasukan Olivier Giroud dan Aaron Ramsey untuk menambah daya serang The Gunners.

Bunuh Diri Empat Menit Jelang Bubar

Granit Xhaka yang sedang berduel dengan peain Leicester City

Granit Xhaka yang sedang berduel dengan peain Leicester City

Sempat berjalan alot, akhirnya gol yaang ditunggu-tunggu publik Emirates Stadium datang juga. Adalah gol bunuh diri yang dilakukan pemain bertahan Leicester City, Robert Huth pada menit ke-86 yang berhasil menyelamatkan muka Arsenal. Berawal dari tembakan Nacho Monreal yang berubah arah usai membentur bagian tubuh Robert Huth, bola pun meluncur dengan mulus ke gawang yang dijaga Kasper Schmeichel.

Ditanyakan mengenai kemenangan tersebut, Arsene Wenger pun mengugkapkan kepada media bahwa dirinya cukup puas dengan kemenangan tersebut. Meskipun diraih dengan cara apapun, berapapun selisih skornya, dan siapapun yang mencetak gol kemenangan tersebut, Wenger mengaku saat ini tiga poin sangat penting bagi tim, tidak peduli bagaimanapun caranya.

“Permainan Leicester City sulit dibongkar, namun kami bermain sabar dan tak memberikan kesempatan sedikit pun kepada mereka. Kami menciptakan sejumlah peluang berbahaya ke daerah pertahanan mereka. Setiap kemenangan yang didapat memberi Anda momentum. Kami tak peduli dengan hasil laga lainnya seperti pertandingan derbi Manchester. Kami hanya fokus pada diri sendiri untuk mencapai target yang dicanangkan,” lanjutnya.

Hasil positif ini membuat Alexis Sanchez dan kawan-kawan naik ke posisi enam klasemen sementara dengan koleksi 60 poin dari total 32 pertandingan. Hanya terlampau empat poin dari peringkat empat, Manchester City yang notabene merupakan batas akhir untuk bisa lolos ke babak playoff Liga Champions.

Chelsea vs Manchester City: Costa, Teladan Drogba Hingga Insiden Conte

Conte-Costa, sosok dua temperamental yang berhasil mengangkat prestasi Chelsea musim ini

Sosok Diego Costa memang sangat erat dengan kesuksesan Chelsea mendominasi musim ini. Total perolehan 15 gol Costa musim ini sukses membawa The Blues menguasai klasemen sementara Liga Inggris. Ini merupakan sebuah perkembangan besar bagi penyerang asal Spanyol tersebut. Sejak didatangkan dari Atletico Madrid pada 2014 silam, baru kali ini Diego Costa menjelma sebagai sosok yang cemerlang baik di dalam maupun di luar lapangan.

Perubahan drastis Costa ini tidak lepas dari pengaruh sang juru taktik baru Chelsea, Antonio Conte. Kedatangan Conte ke Stamford Bridge memang berhasil menjadi pemersatu tim musim ini. Bahkan sosok Costa yang dikenal tak bisa dikendalikan pun bertekuk lutut dibawah kepemimpinan Conte. Selain itu, mantan pelatih Juventus tersebut juga berhasil membangun kembali mentalitas The Blues yang benar-benar terpuruk musim lalu.

Sementara itu dari Diego Costa sendiri mengakui bahwa dirinya berhutang pada mantan penyerang Chelsea, Didier Drogba. Costa mengaku bahwa dirinya sangat terinspirasi permainan Drogba saat masih membela Chelsea. Costa yang pada saat itu masih berseragam Atletico juga mengatakan tidak pernah melewatkan satu pertandingan pun saat Drogba tampil bersama Chelsea.

Hutang Budi Costa Terhadap Drogba

Costa merasa disambut dengan hangat oleh Drogba

Costa merasa disambut dengan hangat oleh Drogba

Diego Costa menganggap bahwa sosok Didier Drogba mempunyai tempat tersendiri di hatinya sebagai generasi penerus penyerang Chelsea. Costa menyebutkan bahwa sosok Drogba pantas  disebut sebagai seorang legenda. Kontribusinya terhadap kesuksesan The Bues di Premier Liga selama satu dekade terakhir merupakan buktinya.

“Saya mengagumi, sangat mengagumi sosok Drogba. Dia adalah sosok penyerang berkualitas, sangat kuat di depan dan juga kerap mencetak banyak gol. Sebagai striker, sayaa menjadikan Drogba sebagai teladan saya dalam bermain. Dulu saat masih membela Atletico, saya selalu sempatkan menonton pertandingan Chelsea hanya untuk melihat Drogba. Saya serius dan tidak melebih-lebihkannya” ungkap Costa.

Prediksi Skor Chelsea vs Manchester City

prediksi chelsea vs man city

Costa juga menyebutkan bahwa sosok Drogba memiliki kepribadian super ketika melawan Manchester City yang tidak didapatinya pada sosok penyerang lain. Coosta pun membagikan kisahnya saat dirinya pertama kali tiba di Stamford Bridge. Saat itu Costa benar-benar tidak mengira Drogba akan menyambutnya dengan hangat di ajang pertandingan Prediksi Chelsea vs Manchester City. Padahal saat itu Costa memang diproyeksikan untuk menggantikan Drogba yang memang kemampuannya sudah menurun.

“Saya benar-benar tidak menyangka Drogba akan menyambut saya sehangat itu. Padahal di atas kertas saya merupakan saingannya sebagai sesama striker. Melihat prestasinya bersama tim, sebenarnya bisa saja dia meremehkan saya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, dirinya tak sedikitpun menunjukan sikap arogan terhadap junior seperti saya.” tambah manta penyerang Atletico tersebut.

Perselisihan Costa Dengan Conte Jadi Bumbu Tim?

Conte-Costa, sosok dua temperamental yang berhasil mengangkat prestasi Chelsea musim ini

Conte-Costa, sosok dua temperamental yang berhasil mengangkat prestasi Chelsea musim ini

Sementara itu, rekan setim Costa, Willian pun ikut memberikan komentarnya terhada sang penyerang. Willian menganggap Costa merupakan sosok penyerang dengan mental luar biasa. Meskipun sedikit temperamen, Willian mengaku Costa kerap menjalankann tugasnya dengan baik. Ditambah lagi dengan kedatangan sang manajer, Antonio Conte.

Conte juga dikenal sebagai sosok yang kerap emosional. Dan merupakan kombinasi yang telak jika keduanya sedang tersulut emosi secara bersamaan. Namun Willian mengakui jika hal tersebut tidaklah merugikan tim sama sekali. Bek asal Brasil tersebut malah menganggap hal tersebut sebagai warna dan bumbu yang mengiringi sukses Chelsea musim ini.

“Ya memang agak menyulitkan ketika anda berada di tengah orang-orang dengan masalah mengendalikan temperamen. Secara logika, ini merupakan hal yang meyulitkan tentu saja. Akan tetapi bagi saya kedua orang tersebut (Conte dan Costa) merupakan sosok yang luar biasa. Dan memiliki mereka berdua sekaligus dalam satu tim adalah suatu kombinasi yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya” ujar Willian.

Gol Perdana Gabriel Jesus di Premier League

Gabriel Jesus hanya membutuhkan dua laga untuk mencetak gol perdananya di Premier League

Pembelian Manchester City kali ini tampaknya merupakan salah satu yang paling memiliki efek instan bagi klub tersebut. Pemain rekrutan terbaru Manchester Biru, Gabriel Jesus berhasil mencetak gol perdananya dalam laga kontra West Ham United. Dalam laga yang berakhir 4-0 bagi City tersebut Gabriel berhasil mencetak satu gol dan satu assist.

Hanya butuh dua pertandingan bagi penyerang asal Brasil tersebut untuk bisa menciptakan gol perdananya di kompetisi Liga Inggris. Sebenarnya pembelian Gabriel Jesus dari Palmeiras pun merupakan sedikit pertaruhan bagi Pep Guardiola. Gabriel Jesus diboyong dari klub asal Liga Brasil tersebut dengan banderol sebesar 27 Juta Poundsterling.

Pasalnya meski berhasil membawa timnas sepakbola Brasil menjuarai Olimpiade 2016 Rio, usia Gabriel yang masih sangat muda dinilai terlalu tinggi untuk dihargai sebesar 27 juta pounds. Namun keyakinan Guardiola membuahkan hasil, Gabriel berhasil membuktikan taringnya di kancah Liga Primer Inggris. Satu gol dan satu assist nya dalam laga kontra West Ham menjadi bukti bahwa pembelian City tidak sia-sia.

Hanya Butuh Dua Laga Untuk Gol Perdana

Gabriel Jesus cetak 1 gol dan 1 assist saat City hancurkan West Ham

Gabriel Jesus cetak 1 gol dan 1 assist saat City hancurkan West Ham

Matchday 23 Liga Primer Inggris mempertemukan tuan rumah West Ham United dengan peringkat lima saat ini, Manchester City. Dalam laga yang digelar di London Stadium tersebut, tim tamu berhasil meraih kemenangan fantastis dengan skor  4-0. Keempat gol Citizens dicetak oleh Kevin de Bruyne, David Silva, Gabriel Jesus dan Yaya Toure.

Sebelum mencetak gol, Gabriel Jesus juga berkontibusi dalam gol kedua Manchester City yang dicetak David Silva. Gabriel sukses mengirim umpan yang akhirnya mampu diselesaikan dengan baik oleh Silva. Gabriel sendiri berhasil mencetak gol perdananya yang sekaligus gol ketiga bagi City pada menit ke-39. Memanfaatkan operan Raheem Sterling, tendangan kaki kiri Gabriel sukses menambah keunggulan The Citizens menjadi 3-0.

Gol perdana Gabriel Jesus ini merupakan sebuah kepuasan tersendiri bagi sang manajer, Pep Guardiola. Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut kini merasa tak perlu terlalu bergantung kepada sosok Sergio Aguero. Meski Manchester City memiliki kualitas pemain yang merata di setiap lini, kenyataannya mereka seringkali kesulitan mencetak gol tanpa kehadiran Aguero.

“Dia (Gabriel Jesus) adalah pemain yang istimewa. Memiliki naluri mencetak gol yang cukup tinggi dan juga kemampuan mengumpannya tiddak bisa dianggap remeh. Dia seperti seorang pejuang, dan saya berharap dirinya bisa menjadi masa depan klub ini.’ ujar Pep dalam suatu wawancara.

Gabriel : Para Pemain Banyak Bantu Saya Disini

Gabriel Jesus hanya membutuhkan dua laga untuk mencetak gol perdananya di Premier League

Gabriel Jesus hanya membutuhkan dua laga untuk mencetak gol perdananya di Premier League

Meski berhasil menang dengan skor fantastis, Manchester City masih belum mampu untuk mengubah posisinya di urutan kelima. Namun terlepas dari itu, euforia terhadap gol perdana Gabriel Jesus maih belum bisa hilang dari benak publik Etihad Stadium. Ditanyakan bagaimana rasanya bisa mencetak gol perdana di Liga Premier, Gabriel mengaku senang.

Pemain yang berhasil membawa Palmeiras menjuarai Serie A Brasil tersebut mengaku tidak mengalami kesulitan beradaptasi di Etihad Stadium. Bahkan dirinya juga mengaku jika rekan-rekan setimnya yang baru kerap membantu dirinya menyesuaikan diri dengan pola permainan Pep Guardiola. Gabriel mengaku memang menginginkan gol perdananya ini, namun tak menyangka itu semua terjadi secepat ini.

“Ya, jujur saja saya merasa senang berada di sini. Saya memang sangat menantikan kapan saya bisa mencetak gol perdana. Dan semua terjadi tadi malam, saya juga tidak menyangka akan secepat ini. Saya sangat senang bisa membantu tim meraih kemenangan,” ujar Gabriel Jesus.

“Cukup mudah beradaptasi di sini. Saya juga merasa sangat terbantu dari bantuan teman-teman satu tim. Saya bahagia bisa bermain untuk tim sekelas Manchester City.” tutup pria asal Brasil tersebut.

(Preview Liga Inggris) Liverpool vs Chelsea

Peluang Liverpool untuk juara musim ini akan tertutup jika gagal mengalahkan Chelsea

Menjamu penguasa puncak klasemen saat ini, Chelsea,  Liverpool kini berada dalam situasi antara hidup dan mati. Keputusan nasib The Reds bergantung dari mampu atau tidaknya mereka mengatasi perlawanan The Blues dalam laga dini hari nanti yang akan digelar di Anfield.

Gerrard : Jika Kalah, Peluang Juara Berakhir

Kemenangan dalam laga kontra Chelsea merupakan harga mati bagi Liverpool

Kemenangan dalam laga kontra Chelsea merupakan harga mati bagi Liverpool

Dalam beberapa bulan terakhir, Liverpool kerap meraih hasil buruk. Yang terakhir adalah saat The Reds kecolongan atas Southampton. Kekalahan tersebut membuat mereka harus menyudahi perjuangan mereka di turnamen Piala Liga Inggris pada tengah pekan lalu. Melihat deretan hasil buruk tersebut, secara otomatis hal itu mempengaruhi mentalitas bermain para punggawa Anfield.

Hal tersebut pun juga diyakini oleh sang mantan kapten, Steven Gerrard. Gerrard mengaku menyadari bahwa Liverpool kini sedang tidak dalam performa terbaiknya.Pria yang kini tengah merintis karir di staf kepelatihan di Anfield tersebut juga menganggap bahwa sang mantan klub harus segera mencetak hasil positif.

Menjelang pertadingan kandang menjamu Chelsea vs M City, Gerrard juga menegaskan bahwa kemenangan merupakan harga mati bagi The Reds. Sang legenda Anfield tersebut menyatakan bahwa peluang Liverpool untuk meraih gelar musim ini akan benar-benar tertutup jika merka kalah. Mengangkat trofi Liga Inggris pun lagi-lagi hanya akan menjadi angan-angan semu bagi tim yang membesarkan namanya tersebut.

“Pertandingan berikutnya adalah menghadapi Chelsea di Anfielld. Dan kemenangan adalah satu-satunya cara untuk kembali memperoleh kans juara. Jika kalah, maka selesai sudah, pintu peluang akan benar-benar tertutup rapat. Dukungan pasti akan selalu mengalir bagi Liverpool. Tentu saja semua orang ingin mereka meraih kemenangan.” ujar Gerrard.

“Ya tentu saja semua akan mendukung Liverpool untuk menang. Mereka (Arsenal, Manchester United, Manchester City) pasti berusaha untuk menjegal Chelsea sebagai pemimpin klasemen. Mungkin tidak bagi Tottenham Hotspur, peluang mereka untuk juara lebih kecil dari Liverpool. Jelas bukan suntikan moral yang diberikan mereka terhadap Liverpool? Mereka semua ingin kami menang.” tambah sang mantan kapten tersebut.

Spekulasi tentang penyebab hasil negatif beruntun Liverpool terus menguat. Kepergian Sadio Mane untuk membela timnas Senegal diperkirakan menjadi penyebab utama kemerosotan performa Roberto Firmino dkk.

Conte : Tak Mudah Mengalahkan Liverpool di Anfield

Peluang Liverpool untuk juara musim ini akan tertutup jika gagal mengalahkan Chelsea

Peluang Liverpool untuk juara musim ini akan tertutup jika gagal mengalahkan Chelsea

Sementara itu dari kubu Chelsea, manajer Antonio Conte mengaku tak ingin sesumbar dapat mengalahkan The Reds di Stadion Anfield. Nada pesimis tersebut bukanlah tanpa alasan, Conte menyebutkan bahwa Liverpool merupakan yang sama sekali tidak boleh diangap remeh. Pernyataan tersebut merupakan ujung dari kekalahan The Blues atas skuad asuhan Jurgen Klopp di Stamford Bridge beberapa pekan lalu.

Oleh karena itu jelang laga dini hari nanti, Conte berharap para pemain tetap menjaga untuk tidak kehilangan fokus. Conte menganggap Coutinho dkk. akan lebih berbahaya jika mereka bermain di hadapan ribuan pendukung di Anfield. Pria asal Italia tersebut pun menambahkan:

“Meraih kemenangan atas Liverpool di Anfield merupakan tugas yang tidak akan mudah. Mereka (Liverpool) bahkan berhasil mengalahkan kami di hadapan para pendukung kami di Stamford Bridge kemarin. Dan juga ditambah kami hanya memiliki persiapan sepanjang dua hari. Jadi, ya, pertandingan malam nanti tidak akan berjalan mudah.” ungkap Conte.

“Liverpool merupaka tipikal tim yang tidak akan berhenti berlari sampai peluit akhir dibunyikan. Mereka memiliki para pemain dengan karakter pekerja keras dan juga jangan lupakan sang manajer, Jurgen Klopp. Memang mereka menerima hasil buruk akhir-akhir ini, namun itu hanya karena mereka kurang beruntung. Saya hanya berharap para pemain bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dalam pertandingan nanti.” tutup mantann pelatih Juventus tersebut.

Bisakah Liverpool mengatasi perlawanan Chelsea pada dini hari nanti?