Trofeo Bhayangkara 2017

Lembaga Kepolisian Republik Indonesia kembali mengelar turnamen bertajuk Piala Bhayangkara. Namun, tidak seperti tahun sebelumnya yang diikuti oleh 10 tim, di tahun ini hanya tiga tim yang mengikuti ajang tersebut. Sistem kompetisinya pun juga berubah, tahun 2017 ini bertajuk Trofeo Bhayangkara, yang berarti satu tim menjalani dua pertandingan sekaligus dalam waktu satu hari, dimana masing-masing laga melawan satu lawan dilakoni dengan durasi selama 45 menit atau satu babak penuh.

Trofeo Bhayangkara 2017

Trofeo Bhayangkara 2017 kembali bergulir

Sistem tersebut tidak mengenal perpanjangan waktu ataupun babak adu penalti. Apabila pertandingan berakhir dengan kedudukan imbang, maka masing-masing klub berhak memperoleh satu poin. Sedangkan bagi tim yang menang, maka akan mendapatkan tiga poin dan kalah tidak meraih satupun poin alias nol. Gelar juara ditentukan oleh klub yang meraup poin terbanyak dalam dua laga yang dilakoninya.

Arema Juara Trofeo Bhayangkara 2017

Trofeo Bhayangkara 2017 dihelat di Stadion Manahan, Solo pada hari Minggu, 29 Januari 2017 lalu dan diawali dengan laga antara Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta. Masing-masing pelatih menerapkan formasi andalannya dengan menurunkan para pemain terbaiknya. Sejak peluit dibunyikan oleh wasit tanda dimulainya laga, laga berjalan dengan sengit. Namun, gol dalam pertandingan tersebut tak tercipta, meskipun kedua tim sama-sama memiliki peluang emas.

Arema FC

Arema FC sukses menjadi juara di ajang Trofeo Bhayangkara

Baik Bhayangkara FC maupun Macan Kemayoran hanya berhak meraih satu poin. Laga selanjutnya, antara Persija melawan Arema FC. Singo Edan yang dipenuhi oleh pemain bintang mampu menguasai jalannya pertandingan. Sejumlah peluang mampu mereka ciptakan, namun gol belum mampu dihasilkan. Hingga akhirnya di menit ke 41, Dendi Santoso mampu mengantarkan timnya unggul 1-0.

Pemain kelahiran Malang tersebut sukses menyarangkan bola ke gawang yang dikawal oleh Andritany Ardhiyasa, setelah memaksimalkan umpan terobosan Adam Alis Setyano. Gol tersebut menjadi satu-satunya dalam laga tersebut. Sehingga, Arema sementara waktu memimpin klasemen dengan raihan tiga poin. Di sisi lain, harapan Persija untuk menjuarai kompetisi tersebut kandas.

Pertandingan terakhir mempertemukan Arema FC melawan Bhayangkara FC. Laga berjalan dengan sengit sejak menit awal, kedua tim mampu merusak lini pertahanan masing-masing lawan. Akan tetapi, gol yang ditunggu-tunggu tidaklah tercipta dan alhasil laga tersebut berakhir dengan skor 0-0.

Itu berarti, Arema FC dan tim asuhan Simon McMenemy berhak meraih satu poin. Dengan begitu, Cristian Gonzales CS berhasil menjadi juara Trofeo Bhayangkara 2017 dengan mengumpulkan empat poin. Disusul oleh Bhayangkara FC yang hanya meraih dua angka saja dan terakhir Persija dengan raihan satu poin.

Aji Santoso: Modal Sangat Berharga

Manajer Arema FC, Aji Santoso mengungkapkan bahwa gelar juara di ajang Trofeo Bhayangkara 2017 menjadi modal yang sangat berharga untuk mengarungi petualangan di kompetisi Indonesia Super League (ISL) pada bulan Maret 2017 mendatang. Singo Edan sukses menjadi juara setelah meraih kemenangan melawan Persjia dan hasil imbang kala berhadapan Bhayangkara.

Aji Santoso

Aji Santoso berharap kembali meraih gelar juara Piala Presiden 2017

“Gelar juara ini, sangatlah berharga dan menjadi modal bagi kami untuk kejuaraan selanjutnya. Dalam waktu dekat, kami akan kembali mengikuti ajang Piala Presiden. Tentu, dengan kepercayaan tinggi saat ini, kami kembali mampu menjadi juara di ajang tersebut. Sebelum pada bulan Maret nanti kompetisi ISL kembali bergulir,”

“Kami terus berlatih dan mempersiapkan tim sebaik mungkin. Saat ini kami juga terus menyeleksi para pemain sebelum nantinya benar-benar menjadi skuat tim utama. Untuk Piala Presiden sendiri, kami memasang target yang sangat tinggi, yakni mampu keluar sebagai juara,” ungkap Santoso.