Gatot S. Dewa Broto

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat telah meresmikan kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang memiliki masa bakti dari tahun 2016 hingga berakhir empat tahun kedepan. Peresmian tersebut dihelat di Gedung Balai Kartini pada hari Jumat, 27 Januari 2017 atau tepatnya tadi pagi tadi.

Gatot S. Dewa Broto

Gatot S. Dewa Broto menegaskan bahwa Kemenpora tak akan lagi membekukan PSSI

Dalam peresmian itu turut hadir Gatot S. Dewa Broto selaku perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Lantaran Imam Nahrawi yang menjadi Menpero tak bisa hadir karena ada urusan yang tak kalah pentingnya.

Dalam sambutannya, Gatot menyampaikan pesan Imam teruntuk kepada PSSI yang saat ini berada dibawah kepemimpinan Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi. Yang isitmewanya dari sambutan tersebut adalah bahwa pihaknya menegaskan tak akan kembali membekukan PSSI yang pernah terjadi pada tahun 2015 lalu.

“Saya hadir disini untuk mewakili bapak Menteri yang berhalangan hadir. Bapak terlebih dahulu menyampaikan pesan kepada Pak Edy, bahwa Pemerintah akan hadir dibelakang Pak Edy. Sehingga, tak perlu dikhawatirkan akan ada kebijakan pembekukan lagi. Kami turut hadir disini untuk menegaskan bahwa kami akan mendukung PSSI dibawah kepemimpinan Pak Edy,” ujar Gatot.

Gatot juga mengingatkan kepada PSSI agar lebih profesional dan lebih baik lagi dalam mengelola para pendukung tim. Meskipun hal tersebut merupakan tugas dan kewajiban bagi masing-masing klub.

“Kami juga memberikan saran kepada para pengurus PSSI yang baru, bahwa agar lebih dapat profesional lagi dalam mengatur para supporter sepakbola yang hadir ke Stadion. Para fans harus dapat lebih tenang dan tak ada lagi kasus anarkistis. Dengan demikian, kemajuan sepakbola Indonesia akan semakin membaik,” tutup Gatot.

PSSI Hilangkan Satu Waketum

Kepengurusan PSSI dibawah kepemimpinan resmi Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi tadi pagi resmi dilantik di gedung Balai Kartini, Jakarta. Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman.

PSSI

Pelantikan Pengurus PSSI periode 2016-2020 di gedung Balai Kartini, Jakarta

Dalam pelantikan tersebut terdapat sesuatu yang menarik dan berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana PSSI periode 2016-2020 ini ternyata menghilangkan satu jabatan yaitu satu wakil ketua umum (waketum). Padahal apabila melihat dari Statuta PSSI, bahwa waketum itu terdiri dari dua anggota.

Kongres Pemilihan PSSI pada tanggal 10 November 2016 lalu, Joko Driyono terpilih sebagai wakil ketua umum pertama dan Iwan Budianto sebagai waketum kedua. Namun, pada akhirnya posisi Budianto kini tak lagi menjadi waktum, melainkan menjabat sebagai kepala staf ketua umum.

Edy mengkonfirmasi bahwa hal tersebut tidak menyalahi aturan ataupun Statuta PSSI. “Hal itu tak melanggar mengenai statuta. Dimana statuta itu hanya menentukan anggota Exco. Jumlah Exco saat ini masih tetap dengan aturan. Tidak mungkin lagi kami menggunakan dua anggota yang memiliki status sama yakni wakil ketua. Pada umumnya juga waketum itu hanya satu,”

“Dengan demikian, waketum yang dahulu ada dua, diganti menjadi koordinator staf. Maka Pak Iwan Budianto kami angkat sebagai kepala staf. Beliau memiliki tugas untuk mengkoordinir para staf yang dimana merupakan anggota Exco,” ungkap Edy.

Agum Gumelar Sebagai Dewan Kehormatan PSSI

Dalam pelantikan tersebut, Agum Gumelar diangkat sebagai Dewan Kehormatan PSSI untuk periode 2016 hingga 2020. Dimana, memiliki dua anggota yang dijabat oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnaval.

Agum Gumelar

Agum Gumelar diangkat sebagai Dewan Kehormatan PSSI

“Berharap, semoga PSSI kedepannya semakin maju dan lebih profesional. Tentu saja kami berharap bahwa sepakbola Indonesia akan kembali berjaya. Jadi, mari ingatkan kepada kami apabila tidak sesuai dengan harapan dan melenceng. Mari bersama-sama memajukan pesepakbolaan Tanah Air,” ungkap Agum Gumelar.