Chelsea vs Manchester City: Costa, Teladan Drogba Hingga Insiden Conte

Conte-Costa, sosok dua temperamental yang berhasil mengangkat prestasi Chelsea musim ini

Sosok Diego Costa memang sangat erat dengan kesuksesan Chelsea mendominasi musim ini. Total perolehan 15 gol Costa musim ini sukses membawa The Blues menguasai klasemen sementara Liga Inggris. Ini merupakan sebuah perkembangan besar bagi penyerang asal Spanyol tersebut. Sejak didatangkan dari Atletico Madrid pada 2014 silam, baru kali ini Diego Costa menjelma sebagai sosok yang cemerlang baik di dalam maupun di luar lapangan.

Perubahan drastis Costa ini tidak lepas dari pengaruh sang juru taktik baru Chelsea, Antonio Conte. Kedatangan Conte ke Stamford Bridge memang berhasil menjadi pemersatu tim musim ini. Bahkan sosok Costa yang dikenal tak bisa dikendalikan pun bertekuk lutut dibawah kepemimpinan Conte. Selain itu, mantan pelatih Juventus tersebut juga berhasil membangun kembali mentalitas The Blues yang benar-benar terpuruk musim lalu.

Sementara itu dari Diego Costa sendiri mengakui bahwa dirinya berhutang pada mantan penyerang Chelsea, Didier Drogba. Costa mengaku bahwa dirinya sangat terinspirasi permainan Drogba saat masih membela Chelsea. Costa yang pada saat itu masih berseragam Atletico juga mengatakan tidak pernah melewatkan satu pertandingan pun saat Drogba tampil bersama Chelsea.

Hutang Budi Costa Terhadap Drogba

Costa merasa disambut dengan hangat oleh Drogba

Costa merasa disambut dengan hangat oleh Drogba

Diego Costa menganggap bahwa sosok Didier Drogba mempunyai tempat tersendiri di hatinya sebagai generasi penerus penyerang Chelsea. Costa menyebutkan bahwa sosok Drogba pantas  disebut sebagai seorang legenda. Kontribusinya terhadap kesuksesan The Bues di Premier Liga selama satu dekade terakhir merupakan buktinya.

“Saya mengagumi, sangat mengagumi sosok Drogba. Dia adalah sosok penyerang berkualitas, sangat kuat di depan dan juga kerap mencetak banyak gol. Sebagai striker, sayaa menjadikan Drogba sebagai teladan saya dalam bermain. Dulu saat masih membela Atletico, saya selalu sempatkan menonton pertandingan Chelsea hanya untuk melihat Drogba. Saya serius dan tidak melebih-lebihkannya” ungkap Costa.

Prediksi Skor Chelsea vs Manchester City

prediksi chelsea vs man city

Costa juga menyebutkan bahwa sosok Drogba memiliki kepribadian super ketika melawan Manchester City yang tidak didapatinya pada sosok penyerang lain. Coosta pun membagikan kisahnya saat dirinya pertama kali tiba di Stamford Bridge. Saat itu Costa benar-benar tidak mengira Drogba akan menyambutnya dengan hangat di ajang pertandingan Prediksi Chelsea vs Manchester City. Padahal saat itu Costa memang diproyeksikan untuk menggantikan Drogba yang memang kemampuannya sudah menurun.

“Saya benar-benar tidak menyangka Drogba akan menyambut saya sehangat itu. Padahal di atas kertas saya merupakan saingannya sebagai sesama striker. Melihat prestasinya bersama tim, sebenarnya bisa saja dia meremehkan saya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, dirinya tak sedikitpun menunjukan sikap arogan terhadap junior seperti saya.” tambah manta penyerang Atletico tersebut.

Perselisihan Costa Dengan Conte Jadi Bumbu Tim?

Conte-Costa, sosok dua temperamental yang berhasil mengangkat prestasi Chelsea musim ini

Conte-Costa, sosok dua temperamental yang berhasil mengangkat prestasi Chelsea musim ini

Sementara itu, rekan setim Costa, Willian pun ikut memberikan komentarnya terhada sang penyerang. Willian menganggap Costa merupakan sosok penyerang dengan mental luar biasa. Meskipun sedikit temperamen, Willian mengaku Costa kerap menjalankann tugasnya dengan baik. Ditambah lagi dengan kedatangan sang manajer, Antonio Conte.

Conte juga dikenal sebagai sosok yang kerap emosional. Dan merupakan kombinasi yang telak jika keduanya sedang tersulut emosi secara bersamaan. Namun Willian mengakui jika hal tersebut tidaklah merugikan tim sama sekali. Bek asal Brasil tersebut malah menganggap hal tersebut sebagai warna dan bumbu yang mengiringi sukses Chelsea musim ini.

“Ya memang agak menyulitkan ketika anda berada di tengah orang-orang dengan masalah mengendalikan temperamen. Secara logika, ini merupakan hal yang meyulitkan tentu saja. Akan tetapi bagi saya kedua orang tersebut (Conte dan Costa) merupakan sosok yang luar biasa. Dan memiliki mereka berdua sekaligus dalam satu tim adalah suatu kombinasi yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya” ujar Willian.