Latest Posts

Kemenangan Barcelona Memakan Korban

Aleix Vidal mengalami dislokasi ankle usai dihajar Theo Hernandez

Barcelona tampaknya masih terlalu tangguh bagi skuad Deportivo Alaves. Pasalnya dalam laga yang digelar pada Sabtu malam kemarin, El Barca sukses menggilas Alaves dengan skor akhir 6-0. Adalah nama Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar yang berhasil membawa Blaugrana menyarangkan enam gol tanpa balas pada laga yang digelar di Estadio de Mendizorroza.

Luis Suarez sukses membuka keunggulan Barcelona pada menit ke-37 di babak pertama. Dilanjutkan oleh Neymar tiga menit kemudian, El Barca berhasil memperlebar keunggulan mereka menjadi 2-0. Tidak mau ketinggalan, Lionel Messi juga ikut mencatat namanya di papan skor usai berhasil membobol gawang Alaves di menit 59. Dengan tambahan gol dari Suarez dan bunuh diri pemain lawan, pertandingan pun berakhir dengan skor 6-0 untuk Barcelona.

Kemenangan Blaugrana sedikit diwarnai dengan insiden yang kurang menyenangkan. Bek Barcelona, Aleix Vidal terpaksa dtandu ke luar lapangan akibat cedera yang menimpanya pada menit ke-85. Berbenturan dengan pemain bertahan Alaves, engkel kanan Vidal mengalami dislokasi yang sangat parah. Hal ini tentu merugikan Barca yang berniat untuk mengincar puncak klasemen yang saat ini dikuasai Real Madrid.

Pesta Gol di Estadio de Mendizorroza

Neymar dan Messi berhasil memperbesar keunggulan Barcelona atas Alaves

Neymar dan Messi berhasil memperbesar keunggulan Barcelona atas Alaves

Lionel Messi dan kawan-kawan tampil menyerang sejak peluit babak pertama dibunyikan. Messi sebenarnya hampir saja membuat Barca unggul pada menit keempat melalui aksinya. Sayang saja, usaha La Pulga masih berhasil dihadang kiper Alaves, Fernando Pacheco. Melanjutkan serangan, Aleix Vidal sempat mencoba peruntungannya. Namun sayang gawang Pacheco masih aman dari kebobolan.

Messi kembali mendapat kesempatan untuk membuka keunggulan Barcelona pada menit ke-23. Sempat mengecoh Pacheco, bola hasil tendangan Messi masih berhasil digagalkan bek tuan rumah. Deportivo Alaves pun tak mau terus berdiam diri, aksi Theo Hernandez berhasil mengancam gawang Blaugrana. Beruntung Marc-Andre Ter Stegen masih mampu menghalau usaha Hernandez.

Tim tamu akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui aksi Luis Suarez. Memaksimalkan umpan Aleix Vidal, Suarez berhasil mengoyak gawang yang dijaga Pacheco pada menit ke-37. Selang tiga menit, Neymar berhasil memperbesar keunggulan Barcelona sekaligus menjadi gol terakhir pada babak pertama. Memasuki babak kedua, Lionel Messi ikut mencatatkaan namanya ke papan skor. Aksinya pada menit ke-59 sukses menambah keunggulan Barcelona enjadi 3-0.

Dua gol tambahan Barcelona pada menit ke-64 dan 65 menambah penderitaan Alaves. Lewat gol yang dicetak lewat aksi bunuh diri pemain tuan rumah dan Ivan Rakitic berturut-turut, Barca berhasil memperlebar selisih keunggulan menjadi lima angka. Memasuki menit ke-85 Luis Enrique terpaksa menelan pil pahit. Aleix Vidal mengalami cedera usai bertabrakan dengan pemain bertahan tuan rumah.

Menjelang pertandingan usai, Suarez kembali mencetak satu gol tambahan untuk melengkapi kemenangan El Barca menjadi 6-0.

Dislokasi Engkel, Aleix Vidal Terancam Absen Panjang

Aleix Vidal mengalami dislokasi ankle usai dihajar Theo Hernandez

Aleix Vidal mengalami dislokasi ankle usai dihajar Theo Hernandez

Pesta gol Barcelona di markas Deportivo Alaves tampaknya mesti dibayar mahal. Sang pemain, Aleix Vidal, terpaksa diangkut keluar lapangan pada menit ke-85. Vidal terlihat terkapar tidak berdaya usai dirinya menerima jegalan pemain tuan rumah, Theo Hernandez. Dan dari kejdian tersebut kamera menangkap gambar engkel Vidal yang menggelantung akibat dislokasi dari benturan tersebut.

Pihak medis pertandingan pun segera membawa pemain berusia 27 tahun tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat. Dan sesampainya di Rumah Sakit Victoria, sang pemain langsung menjalani prosedur operasi untuk mengembalikan posisi engkelnya yang tergeser tersebut. Bisa dibilang cederanya ini sebagai mimpi buruk bagi Vidal. Pasalnya, Vidal baru saja mendapatkan perannya di skuad reguler Barca sejak kedatangannya pada 2015-2016 lalu.

Menanggapi cedera pemainnya tersebut, pelatih Luis Enrique pun menyampaikan kekesalannya,: “Parah, kami segera menyadari jika cedera yang dialami Aleix sangatlah parah. Insiden ini sangat merugikan bagi kami. Namun kami juga lega karena sang pemain telah mendapatkan penanganan yang tepat. Kita hanya bisa berharap semoga dirinya bisa segera sembuh dan kembali bergabung bersama tim” ungkap Enrique.

Costa, Dari Teladan Drogba Hingga Insiden Conte

Conte-Costa, sosok dua temperamental yang berhasil mengangkat prestasi Chelsea musim ini

Sosok Diego Costa memang sangat erat dengan kesuksesan Chelsea mendominasi musim ini. Total perolehan 15 gol Costa musim ini sukses membawa The Blues menguasai klasemen sementara Liga Inggris. Ini merupakan sebuah perkembangan besar bagi penyerang asal Spanyol tersebut. Sejak didatangkan dari Atletico Madrid pada 2014 silam, baru kali ini Diego Costa menjelma sebagai sosok yang cemerlang baik di dalam maupun di luar lapangan.

Perubahan drastis Costa ini tidak lepas dari pengaruh sang juru taktik baru Chelsea, Antonio Conte. Kedatangan Conte ke Stamford Bridge memang berhasil menjadi pemersatu tim musim ini. Bahkan sosok Costa yang dikenal tak bisa dikendalikan pun bertekuk lutut dibawah kepemimpinan Conte. Selain itu, mantan pelatih Juventus tersebut juga berhasil membangun kembali mentalitas The Blues yang benar-benar terpuruk musim lalu.

Sementara itu dari Diego Costa sendiri mengakui bahwa dirinya berhutang pada mantan penyerang Chelsea, Didier Drogba. Costa mengaku bahwa dirinya sangat terinspirasi permainan Drogba saat masih membela Chelsea. Costa yang pada saat itu masih berseragam Atletico juga mengatakan tidak pernah melewatkan satu pertandingan pun saat Drogba tampil bersama Chelsea.

Hutang Budi Costa Terhadap Drogba

Costa merasa disambut dengan hangat oleh Drogba

Costa merasa disambut dengan hangat oleh Drogba

Diego Costa menganggap bahwa sosok Didier Drogba mempunyai tempat tersendiri di hatinya sebagai generasi penerus penyerang Chelsea. Costa menyebutkan bahwa sosok Drogba pantas  disebut sebagai seorang legenda. Kontribusinya terhadap kesuksesan The Bues di Premier Liga selama satu dekade terakhir merupakan buktinya.

“Saya mengagumi, sangat mengagumi sosok Drogba. Dia adalah sosok penyerang berkualitas, sangat kuat di depan dan juga kerap mencetak banyak gol. Sebagai striker, sayaa menjadikan Drogba sebagai teladan saya dalam bermain. Dulu saat masih membela Atletico, saya selalu sempatkan menonton pertandingan Chelsea hanya untuk melihat Drogba. Saya serius dan tidak melebih-lebihkannya” ungkap Costa.

Costa juga menyebutkan bahwa sosok Drogba memiliki kepribadian super yang tidak didapatinya pada sosok penyerang lain. Coosta pun membagikan kisahnya saat dirinya pertama kali tiba di Stamford Bridge. Saat itu Costa benar-benar tidak mengira Drogba akan menyambutnya dengan hangat. Padahal saat itu Costa memang diproyeksikan untuk menggantikan Drogba yang memang kemampuannya sudah menurun.

“Saya benar-benar tidak menyangka Drogba akan menyambut saya sehangat itu. Padahal di atas kertas saya merupakan saingannya sebagai sesama striker. Melihat prestasinya bersama tim, sebenarnya bisa saja dia meremehkan saya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, dirinya tak sedikitpun menunjukan sikap arogan terhadap junior seperti saya.” tambah manta penyerang Atletico tersebut.

Perselisihan Costa Dengan Conte Jadi Bumbu Tim?

Conte-Costa, sosok dua temperamental yang berhasil mengangkat prestasi Chelsea musim ini

Conte-Costa, sosok dua temperamental yang berhasil mengangkat prestasi Chelsea musim ini

Sementara itu, rekan setim Costa, Willian pun ikut memberikan komentarnya terhada sang penyerang. Willian menganggap Costa merupakan sosok penyerang dengan mental luar biasa. Meskipun sedikit temperamen, Willian mengaku Costa kerap menjalankann tugasnya dengan baik. Ditambah lagi dengan kedatangan sang manajer, Antonio Conte.

Conte juga dikenal sebagai sosok yang kerap emosional. Dan merupakan kombinasi yang telak jika keduanya sedang tersulut emosi secara bersamaan. Namun Willian mengakui jika hal tersebut tidaklah merugikan tim sama sekali. Bek asal Brasil tersebut malah menganggap hal tersebut sebagai warna dan bumbu yang mengiringi sukses Chelsea musim ini.

“Ya memang agak menyulitkan ketika anda berada di tengah orang-orang dengan masalah mengendalikan temperamen. Secara logika, ini merupakan hal yang meyulitkan tentu saja. Akan tetapi bagi saya kedua orang tersebut (Conte dan Costa) merupakan sosok yang luar biasa. Dan memiliki mereka berdua sekaligus dalam satu tim adalah suatu kombinasi yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya” ujar Willian.

Luis Suarez Absen di Final Copa del Rey

Luis Suarez

Barcelona memastikan langkahnya di partai puncak Copa del Rey, setelah hanya bermain imbang 1-1 kala menghadapi perlawanan sengit Atletico Madrid pada leg kedua yang dihelat di Camp Nou hari Rabu dinihari lalu. Skor 1-1 tersebut sudah mampu membawa pasukan La Blaugrana ke partai final, lantaran pada leg pertama yang dilangsungkan di Vicente Calderon meraih kemenangan tipis 1-2. Sehingga, agregat akhir menjadi 3-2 untuk keunggulan El Barca.

Luis Suarez

Luis Suarez di hadiahi kartu merah pada pertandingan babak semifinal leg kedua Copa del Rey melawan Atletico Madrid

Namun di pertandingan tersebut berjalan dengan cukup ketat dan tidak sedikit benturan antar pemain terjadi. Bahkan, sang pengadil lapangan harus mengeluarkan tiga kartu merah. Dimana, dua dari kartu merah tersebut dihadiahi untuk pemain Barcelona, satu untuk Sergi Roberto yang melanggar Filipe Luis dan satu lagi untuk Luis Suarez.

Mantan pemain Liverpool yang berhasil mencetak satu gol pada laga tersebut, harus keluar dari lapangan setelah memperoleh dua kartu kuning. Wasit memberikan kartu kuning pertama akibat kontak fisik sang pemain dengan Juanfran. Sementara kartu kuning kedua yang secara otomatis menjadi kartu merah dan menandakan Suarez harus keluar dari lapangan, diperoleh ketika dirinya dianggap menyikut Koke. Dimana pelanggaran tersebut terjadi satu menit sebelum waktu normal berakhir.

Menyambut keputusan wasit tersebut, pemain bernomor punggung sembilan itu hanya menertawakannya, lantaran dirinya menganggap bahwa Ia tidak melakukan pelanggaran yang dimaksud oleh sang pengadil lapangan.

“Saya menerima keputusan wasit pada kartu kuning saya yang pertama, karena memang saya melakukan pelanggaran. Namun, saya hanya menertawakan kartu kuning kedua saya. Lantaran saya berbuat apapun,” ungkap Suarez.

Dengan demikian, Luis Suarez dipastikan akan absen membela Barcelona di partai final Copa del Rey melawan Deportivo Alaves yang rencananya akan dilangsungkan pada tanggal 27 Mei 2017 mendatang, terkecuali pihak klub melakukan banding ke pihak komite disiplin La Liga Spanyol.

Barcelona Banding Kartu Merah Luis Suarez

Luis Suarez harus diusir wasit ketika dirinya mendapatkan kartu kuning kedua saat partai semifinal Copa del Rey kala melawan Atletico Madrid di Camp Nou pada hari Rabu dinihari lalu. Sehingga, membuat pemain berkebangsaan Uruguay tersebut harus absen membela Barcelona di partai puncak CDR melawan Deportivo Alaves pada bulan Mei mendatang.

Luis Suarez

Barcelona akan ajukan banding terhadap kartu merah Luis Suarez

Akan tetapi, Blaugrana telah mengonfirmasi bahwa pihaknya akan melakukan banding terhadap kartu kuning kedua yang diperoleh penyerang andalannya tersebut. Bahkan, klub asal Catalan itu juga akan mengajukan banding kartu kuning Sergio Busquets, yang pada laga tersebut masuk sebagai pengganti, setelah dirinya harus absen kurang lebih selama dua pekan akibat cedera engkel.

“Kami akan melakukan banding terhadap kartu kuning kedua yang didapatkan oleh Luis Suarez. Berdasarkan keterangan wasit, bahwa Suarez melakukan pelanggaran berupa menyerang pemain lawan dengan tangannya saat situasi perebutan bola. Sementara kartu kuning untuk Sergio Busquets, ketika Ia menendang bola keluar dari lapangan karena terdapat dua bola yang masuk ke atas lapangan,” pernyataan Barcelona.

Luis Enrique: Kami Layak Ke Partai Final

Sementara itu, di sisi lain sang manajer Barcelona Luis Enrique mengatakan bahwa timnya memang layak untuk melaju ke partai final. “Saya rasa, bahwa sudah selayaknya kami berada di partai puncak. Tentu, kami semua akan berusaha memenangkan partai final tersebut, untuk mempertahankan gelar juara yang kami peroleh selama dua tahun terakhir.”

Luis Enrique

Luis Enrique optimis mampu pertahankan gelar Copa del Rey

El Barca lolos ke partai puncak Copa del Rey setelah berhasil menyingkirkan Atletico Madrid di babak semifinal. Lionel Messi CS akan menghadapi Deportivo Alaves, yang di partai semifinal kedua sukses mengalahkan Celta de Vigo.

Pjanic: Juventus di Situasi Yang Sangat Baik

Miralem Pjanic Juventus

Miralem Pjanic yang saat ini merasakan bahwa Juventus sedang dalam situasi yang sangat baik, ketika mereka meraih kemenangan melawan Inter Milan dengan skor 1-0 pada hari minggu lalu. Tetapi, gelandang tersebut menekankan bagian yang paling penting musim ini belum datang.

Tim juara bertahan itu memang sudah berada di jalur untuk meraih Scudetto yang keenam kalinya secara berturut-turut. Tim yang berjuluk Bianconeri itu masih unggul empat poin di atas AS Roma yang berada di posisi kedua klasemen sementara Seri A, dan mereka masih memiliki satu pertandingan.

Ini akan menjadi gelar pertama kalinya bagi Pjanic di liga Italia usai kepindahannya dari Roma jelang kompetisi 2016-17. Dan pemain yang berasal dari Bosnia itu merasa sangat optimis untuk berpeluang menjadi juara musim ini dalam Winning Silverware.

Miralem Pjanic Juventus

Pjanic tanggapi santai

Tanggapan Pjanic Untuk Juventus

“Saat ini, kami tengah berada dalam kondisi yang sangat baik, kami pun telah menunjukkan permainan sepak bola dengan baik. Mampu mencetak gol ditiap pertandingan dan menghentikan gol dari lawan,” ujarnya disitus milik klub.

“Inter mampu memberikan kami kesulitan, namun dengan kami bermain dikandang membuat lebih semangat didepan para pendukung untuk bisa meraih kemenangan. Kami terlihat jarang dalam situasi yang kurang baik dan pastinya anda sudah melihat pada akhir pekan lalu.”

“Dalam skuad kami memiliki kekuatan yang lebih yang dikemas dengan kualitas yang tinggi, ketika anda memiliki skuad seperti itu maka memungkin pelatih menentukan skuad utama dengan mudah untuk melawan apapun.”

“Bagian terpenting dari kompetisi yang baru kami mulai dan kami harus memastikan siap untuk itu untuk selanjutnya. Semakin kecil membuat kesalahan, maka tim pesaing kami yang berada di belakang tidak akan menyerah begitu saja. Dengan itu, kami tidak boleh lengah sedikitpun.”

Pjanic: Tidak Ada Yang Mampu Mengejar Juventus

pjanic-higuain-juventus-higuain

Pjanic yang sedang merayakan gol dengan Higuain

Gelandang Juventus, Miralem Pjanic mengatakan bahwa timnya saat ini dalam situasi yang gemilang. Dimana dalam pertandingan melawan Inter Milan mampu meraih kemeangan dengan skor tipis 1-0 yang merupakam laga terpenting bagi mereka.

Tim yang berjuluk Bianconeri itu sudah berada di jalur yang tepat untuk bisa meraih kemenangan Scudetto keenam secara beruntun. Dimana mereka masih memimpin empat poin tertas dari peringkat kedua yang diduduki oleh Napoli. Meski begitu, mereka masih menyisakan satu pertandingan yang belum dijalani.

Jika tim asuhan Massimiliano Allegri meraih gelar Scudetto kembali, maka ini akan menjadi trofi pertama bagi Pjanic yang bermain di Seri A usai memutuskan pindah dari Roma. Dan Pemain asal Bosnia tersebut merasa optimis dalam peluang timnya untuk meraih tujuan yang diinginkan juara Seri A berturut-turut.

“Disaat ini kami memang dalam keadaan yang sangat menguntungkan, bahkan kami di tiap pertandingan mampu bermain dengan sangat baik dan telah mencapai keseimbangan cukup baik dalam mencetak gol di tiap laga dan terus menjaga agar berada di jalur ini.”

“Kami memiliki para pemain yang sangat berkualitas yang membuat sebuah tim dikemas dengan sangat baik, ketika pelatih memiliki skuad seperti ini maka dengan mudah pelatih untuk menurunkan pemain yang akan dimainkan dalam sebuah pertandingan. Dan mampu menggunakan formasi apapun yang bisa menghasilkan kemenangan”

“Ini akan terasa menjadi hal utama yang penting pada musim baru, dengan itu kami telah membuktikan kesiapan kami. Dengan adanya itu, kami harus bisa melanjutkan untuk masa depan, menjadikan kesalahan kecil yang sempat kami buat, sehingga tim manapun tidak mampu mengejar kami.”

Trofeo Bhayangkara 2017 Kembali Bergulir

Trofeo Bhayangkara 2017

Lembaga Kepolisian Republik Indonesia kembali mengelar turnamen bertajuk Piala Bhayangkara. Namun, tidak seperti tahun sebelumnya yang diikuti oleh 10 tim, di tahun ini hanya tiga tim yang mengikuti ajang tersebut. Sistem kompetisinya pun juga berubah, tahun 2017 ini bertajuk Trofeo Bhayangkara, yang berarti satu tim menjalani dua pertandingan sekaligus dalam waktu satu hari, dimana masing-masing laga melawan satu lawan dilakoni dengan durasi selama 45 menit atau satu babak penuh.

Trofeo Bhayangkara 2017

Trofeo Bhayangkara 2017 kembali bergulir

Sistem tersebut tidak mengenal perpanjangan waktu ataupun babak adu penalti. Apabila pertandingan berakhir dengan kedudukan imbang, maka masing-masing klub berhak memperoleh satu poin. Sedangkan bagi tim yang menang, maka akan mendapatkan tiga poin dan kalah tidak meraih satupun poin alias nol. Gelar juara ditentukan oleh klub yang meraup poin terbanyak dalam dua laga yang dilakoninya.

Arema Juara Trofeo Bhayangkara 2017

Trofeo Bhayangkara 2017 dihelat di Stadion Manahan, Solo pada hari Minggu, 29 Januari 2017 lalu dan diawali dengan laga antara Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta. Masing-masing pelatih menerapkan formasi andalannya dengan menurunkan para pemain terbaiknya. Sejak peluit dibunyikan oleh wasit tanda dimulainya laga, laga berjalan dengan sengit. Namun, gol dalam pertandingan tersebut tak tercipta, meskipun kedua tim sama-sama memiliki peluang emas.

Arema FC

Arema FC sukses menjadi juara di ajang Trofeo Bhayangkara

Baik Bhayangkara FC maupun Macan Kemayoran hanya berhak meraih satu poin. Laga selanjutnya, antara Persija melawan Arema FC. Singo Edan yang dipenuhi oleh pemain bintang mampu menguasai jalannya pertandingan. Sejumlah peluang mampu mereka ciptakan, namun gol belum mampu dihasilkan. Hingga akhirnya di menit ke 41, Dendi Santoso mampu mengantarkan timnya unggul 1-0.

Pemain kelahiran Malang tersebut sukses menyarangkan bola ke gawang yang dikawal oleh Andritany Ardhiyasa, setelah memaksimalkan umpan terobosan Adam Alis Setyano. Gol tersebut menjadi satu-satunya dalam laga tersebut. Sehingga, Arema sementara waktu memimpin klasemen dengan raihan tiga poin. Di sisi lain, harapan Persija untuk menjuarai kompetisi tersebut kandas.

Pertandingan terakhir mempertemukan Arema FC melawan Bhayangkara FC. Laga berjalan dengan sengit sejak menit awal, kedua tim mampu merusak lini pertahanan masing-masing lawan. Akan tetapi, gol yang ditunggu-tunggu tidaklah tercipta dan alhasil laga tersebut berakhir dengan skor 0-0.

Itu berarti, Arema FC dan tim asuhan Simon McMenemy berhak meraih satu poin. Dengan begitu, Cristian Gonzales CS berhasil menjadi juara Trofeo Bhayangkara 2017 dengan mengumpulkan empat poin. Disusul oleh Bhayangkara FC yang hanya meraih dua angka saja dan terakhir Persija dengan raihan satu poin.

Aji Santoso: Modal Sangat Berharga

Manajer Arema FC, Aji Santoso mengungkapkan bahwa gelar juara di ajang Trofeo Bhayangkara 2017 menjadi modal yang sangat berharga untuk mengarungi petualangan di kompetisi Indonesia Super League (ISL) pada bulan Maret 2017 mendatang. Singo Edan sukses menjadi juara setelah meraih kemenangan melawan Persjia dan hasil imbang kala berhadapan Bhayangkara.

Aji Santoso

Aji Santoso berharap kembali meraih gelar juara Piala Presiden 2017

“Gelar juara ini, sangatlah berharga dan menjadi modal bagi kami untuk kejuaraan selanjutnya. Dalam waktu dekat, kami akan kembali mengikuti ajang Piala Presiden. Tentu, dengan kepercayaan tinggi saat ini, kami kembali mampu menjadi juara di ajang tersebut. Sebelum pada bulan Maret nanti kompetisi ISL kembali bergulir,”

“Kami terus berlatih dan mempersiapkan tim sebaik mungkin. Saat ini kami juga terus menyeleksi para pemain sebelum nantinya benar-benar menjadi skuat tim utama. Untuk Piala Presiden sendiri, kami memasang target yang sangat tinggi, yakni mampu keluar sebagai juara,” ungkap Santoso.

Gol Perdana Gabriel Jesus di Premier League

Gabriel Jesus hanya membutuhkan dua laga untuk mencetak gol perdananya di Premier League

Pembelian Manchester City kali ini tampaknya merupakan salah satu yang paling memiliki efek instan bagi klub tersebut. Pemain rekrutan terbaru Manchester Biru, Gabriel Jesus berhasil mencetak gol perdananya dalam laga kontra West Ham United. Dalam laga yang berakhir 4-0 bagi City tersebut Gabriel berhasil mencetak satu gol dan satu assist.

Hanya butuh dua pertandingan bagi penyerang asal Brasil tersebut untuk bisa menciptakan gol perdananya di kompetisi Liga Inggris. Sebenarnya pembelian Gabriel Jesus dari Palmeiras pun merupakan sedikit pertaruhan bagi Pep Guardiola. Gabriel Jesus diboyong dari klub asal Liga Brasil tersebut dengan banderol sebesar 27 Juta Poundsterling.

Pasalnya meski berhasil membawa timnas sepakbola Brasil menjuarai Olimpiade 2016 Rio, usia Gabriel yang masih sangat muda dinilai terlalu tinggi untuk dihargai sebesar 27 juta pounds. Namun keyakinan Guardiola membuahkan hasil, Gabriel berhasil membuktikan taringnya di kancah Liga Primer Inggris. Satu gol dan satu assist nya dalam laga kontra West Ham menjadi bukti bahwa pembelian City tidak sia-sia.

Hanya Butuh Dua Laga Untuk Gol Perdana

Gabriel Jesus cetak 1 gol dan 1 assist saat City hancurkan West Ham

Gabriel Jesus cetak 1 gol dan 1 assist saat City hancurkan West Ham

Matchday 23 Liga Primer Inggris mempertemukan tuan rumah West Ham United dengan peringkat lima saat ini, Manchester City. Dalam laga yang digelar di London Stadium tersebut, tim tamu berhasil meraih kemenangan fantastis dengan skor  4-0. Keempat gol Citizens dicetak oleh Kevin de Bruyne, David Silva, Gabriel Jesus dan Yaya Toure.

Sebelum mencetak gol, Gabriel Jesus juga berkontibusi dalam gol kedua Manchester City yang dicetak David Silva. Gabriel sukses mengirim umpan yang akhirnya mampu diselesaikan dengan baik oleh Silva. Gabriel sendiri berhasil mencetak gol perdananya yang sekaligus gol ketiga bagi City pada menit ke-39. Memanfaatkan operan Raheem Sterling, tendangan kaki kiri Gabriel sukses menambah keunggulan The Citizens menjadi 3-0.

Gol perdana Gabriel Jesus ini merupakan sebuah kepuasan tersendiri bagi sang manajer, Pep Guardiola. Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut kini merasa tak perlu terlalu bergantung kepada sosok Sergio Aguero. Meski Manchester City memiliki kualitas pemain yang merata di setiap lini, kenyataannya mereka seringkali kesulitan mencetak gol tanpa kehadiran Aguero.

“Dia (Gabriel Jesus) adalah pemain yang istimewa. Memiliki naluri mencetak gol yang cukup tinggi dan juga kemampuan mengumpannya tiddak bisa dianggap remeh. Dia seperti seorang pejuang, dan saya berharap dirinya bisa menjadi masa depan klub ini.’ ujar Pep dalam suatu wawancara.

Gabriel : Para Pemain Banyak Bantu Saya Disini

Gabriel Jesus hanya membutuhkan dua laga untuk mencetak gol perdananya di Premier League

Gabriel Jesus hanya membutuhkan dua laga untuk mencetak gol perdananya di Premier League

Meski berhasil menang dengan skor fantastis, Manchester City masih belum mampu untuk mengubah posisinya di urutan kelima. Namun terlepas dari itu, euforia terhadap gol perdana Gabriel Jesus maih belum bisa hilang dari benak publik Etihad Stadium. Ditanyakan bagaimana rasanya bisa mencetak gol perdana di Liga Premier, Gabriel mengaku senang.

Pemain yang berhasil membawa Palmeiras menjuarai Serie A Brasil tersebut mengaku tidak mengalami kesulitan beradaptasi di Etihad Stadium. Bahkan dirinya juga mengaku jika rekan-rekan setimnya yang baru kerap membantu dirinya menyesuaikan diri dengan pola permainan Pep Guardiola. Gabriel mengaku memang menginginkan gol perdananya ini, namun tak menyangka itu semua terjadi secepat ini.

“Ya, jujur saja saya merasa senang berada di sini. Saya memang sangat menantikan kapan saya bisa mencetak gol perdana. Dan semua terjadi tadi malam, saya juga tidak menyangka akan secepat ini. Saya sangat senang bisa membantu tim meraih kemenangan,” ujar Gabriel Jesus.

“Cukup mudah beradaptasi di sini. Saya juga merasa sangat terbantu dari bantuan teman-teman satu tim. Saya bahagia bisa bermain untuk tim sekelas Manchester City.” tutup pria asal Brasil tersebut.

Kedua Pemain Inti Real Madrid Siap Berlatih Kembali

Skuad Real Madrid

James Rodriguez dan Pepe merupakan kedua pemain andalan Real Madrid yang sudah lama tidak bertanding, karena mereka sempat mengalami cedera berkepanjangan. Dan sudah terlihat kedua pemain tersebut berada di tempat latihan Los Blancos, setelah pulih dari cedera yang dialami masing-masing pemain.

James yang absen dari tanggal 7 Januari setelah dirinya mendapatkan cedera betis berturut-turut, sedangkan Pepe mengalami masalah otot yang membuat bek tengah kebangsaan Portugal tersebut harus diistirahatkan dari Desember lalu.

Dengan begitu, kedua pemain tersebut mampu menyelesaikan sesi latihan di luar ruangan bersama sisa skuad tim utama dan oleh karena itu mereka sudah siap bertanding untuk berhadapan dengan Celta Vigo pada hari Minggu.

Kabar berita baik itu, membuat sang pelatih Zinedine Zidane merasa senang, setelah kehilangan para pemain yang mengalami cedera di beberapa pekan terakhir ini.

Info Pemain Madrid Yang Menjalani Tahap Pemulihan

Skuad Real Madrid

para pemain Madrid yang belum pulih dari cedera

Adapun yang masih menjalani proses pemulihan cedera yang beberapa pemain, seperti Luka Modric, Dani Carvajal, Gareth Bale dan Marcelo. Termasuk Raphael Revena yang sedang berjuang untuk memulihkan kebugarannya dan dengan terpaksa harus berlatih di dalam ruangan khusus.

Real Madrid yang akan bertandang ke Celta Vigo yang bermarkas di Balaidos, dalam ajang balas dendam di Coppa del Rey yang berakhir dengan skor 2-2.

Zidane tidak akan begitu saja langsung memainkan pemain yang baru pulih untuk bermain sebagai starter, karena harus sedikit beradaptasi sekaligus melihat permainan tim lawan.

Madrid Izinkan Lucas Silva Gabung Dengan Cruzeiro

Lucas Silva

ketika Lucas Silva mendarat di Real Madrid

Lucas Silva yang merupakan Gelandang di Real Madrid, masih tetap berkarir sebagai pesepakbola, namun di luar Santiago Barnebue untuk mendapatkan banyak waktu bermain. Pihak klub yang mengumumkan bahwa pemain berumur 23 tahun tersebut resmi bermain di Curzeiro, dimana klub semasa kecilnya Brasil.

Untuk meningkatkan permainan yang dimilikinya, sekaligus mendapatkan kesempatan bermain. Pemain tersebut memang disengaja oleh Real Madrid untuk dipinjamkan sampai akhir musim depan nanti. Pasalnya, pemain berdarah Brasil itu memang memiliki niat untuk pulang kampung untuk memperkuat tim masa kecilnya, Cruzeiro.

Beberapa media di Spanyol yang menyatakan bahwa kedua klub tersebut sudah menyepakati Lucas, termasuk di situs resmi klub pun memberitahukan.

Lucas akan menyandang status sebagai pemain pinjaman selama satu setengah tahun, yang tepatnya sampai 30 Juni 2018 nanti. Gelandang itu pun sempat di pinjamkan ke klub asal Perancis, Olympique Marseille pada Agusuts 2015 lalu.

Lucas yang sudah tercatat dari total 33 pertandingan saat membela Marseille. Sementara, pada tahun 2012 silam Lucas sudah bermain sebanyak 66 laga dan tiga gol serta 2 assist di semua ajang bersama Cruzeiro.

Lalu dia didatangkan oleh Real Madrid dari Cruzeiro dengan nilai sebesar 14 juta euro atau setara dengan Rp. 205 miliar, bersama Los Blancos sang pemain hanya bermain sebanyak 9 pertandingan. Setelah itu, Lucas memiliki kelainan pada jantungnya yang terdeteksi oleh tim medis Madrid, yang membuatnya jarang dimainkan.

Tidak lama kemudian, sang pemain dengan terpaksa harus di istirahatkan selama sebulan penuh untuk menjalani proses penyembuhan yang dideritanya dan 30 hari yang tersisa untuk memulihkan kebugaran dalam memastikan fisiknya tidak memburuk sama sekali.

Dengan adanya catatan itu, Lucas Silva harus berjuang untuk bisa menjadi pesepakbola profesional, sekaligus membuktikan kepada klub yang dibelanya. Memberikan banyak gol dan assit di sebuah pertandingan akan membuat namanya naik untuk menunjukkan statusnya di dunia sepakbola,

Allegri Tidak Mengkhawatirkan Paulo Dybala

Paulo Dybala

Paulo Dybala yang tidak menjabat tangan oleh Pelatih Massimiliano Allegri setelah dirinya digantikan dalam pertandingan Juventus kontra Sassuolo yang meraih kemenangan 2-0 pada hari Minggu.

Penyerang asal Argentina itu ditarik keluar dari lapangan untuk menggantikan Marko Pjaca di menit ke 13 dan membuat tim berjuluk Bianconeri, sukses memperpanjang keunggulan mereka menjadi empat poin dari posisi kedua yang di tempati AS Roma di Seri A musim ini.

Pemain berusia 23 tahun tersebut jelas tidak puas karena harus di keluarkan dari pertandingan kemarin, ketika sang pemain berjalan melewati Allegri tidak mengulurkan tangan menuju ke ruang istirahat.

Allegri Angkat Bicara Mengenai Marahnya Dybala

Paulo Dybala

Dybala yang sedang memegang bola

Sang pelatih pun menanggapi tentang masalah bahwa itu normal bagi seorang pemain yang merasa kesal, ketika tidak menyelesaikan pertandingan.

“Dia memang kesal dan itu merupakan hal yang wajar karena tidak ada pemain yang suka saat bermain tiba-tiba digantikan,” uap Allegri kepada media.

“Dybala bermain dengan sangat baik, namun kekuatan yang dimiliki kakinya masih kurang bagus seperti Juan Cuadrado dan Mario Mandzukic.”

“Jadi, wajar saja. Terkadang pemain akan marah dengan pelatih.”

Pelatih berusia 49 tahun itu pun sempat mendapatkan pertanyaan, apakah ada rencana untuk memperbaruhi kontraknya, dan Allgeri mengatakan bahwa dia merasa senang kontraknya masih memiliki kontrak sampai tahun 2018. Dybala juga tidak ingin terburu-buru untuk menandatangani apapun.

“Saya masih memiliki satu tahun hingga satu setengah tahun kontrak yang tersisa bersama Juve,” tambahnya. “Kami selaras dan tidak memiliki masalah apapun.”

“Kami berada di pucak klasemen Seri A, di semi-final Coppa Italia dan di masuk ke sistem gugur Liga Champions.”

“Ini merupakan musim ketiga saya berada disini dan saya terus menetap bersama Juve, tapi ini tergantung kepada saya dan klub. Saya sendiri tidak berpikir tentang masa depan, tetapi hanya sekitar musim antara sekarang dan 28 Mei.”

Alasan Dybala Marah Dengan Massimiliano Allegri

Paulo-Dybala-Juventus

Dybala yang sedang menendang bola

Salah satu striker Juventus yang merasa kesal ketika dirinya sedang bermain untuk menunjukkan penampilan terbaiknya, tidak bisa menerima keputusan pelatih. Paulo Dybala yang digantikan atas keinginan Massmilinao Allegri dalam pertandingan kontra Sassuolo. Dimana Bianconeri sukses memenangkan pertandingan tersebut dengan hasil akhir 2-0.

Seperti kabar yang sudah beredar di media Italia, bahwa pemain kelahiran Argentina tersebut begitu marah. Seperti yang sudah kita lihat Dybala tidak memberikan jabat tangan dengan Allegri ketika dirinya digantikan oleh pemain lain. Dimana kebanyak pemain tidak akan merasa senang, ketika dirinya ingin menunjukkan penampilan terbaiknya di depan para pendukung.

Meski begitu, sang pelatih menanggapi bahwa kemarahan sang pemain itu merupakan hal yang wajar. Dengan hasil kemenangan melawan Sassuolo, kini Juventus menambahkan empat poin untuk memperpanjang keunggulan mereka dari AS Roma yang berada di posisi kedua klasemen Seri A musim ini.

Ketika dalam pertandingan yang sedang berlangsung, jelas terlihat dari wajah pemain yang berumur 23 tahun itu merasa kesal kepada pelatih. Dimana Dybala digantikan oleh pemain asal Kroasia, Marko Pjaca di menit ke 77 tanpa berjabat tangan dengan pelatih di depan bangku cadangan.

“Kebanyakan pemain yang sedang bertanding ingin menyelesaikan pertandingan. Dia (Dbyala) telah menunjukkan permainan terbaik yang dimilikinya,” ujar pelatih berusia 48 tahun itu kepada media.

Dengan adanya hal seperti itu, pelatih pun menanggapinya kekesesalan pemain terhadap kepada dirinya meupakan hal yang wajar di sebuah klub.

(Preview Liga Inggris) Liverpool vs Chelsea

Peluang Liverpool untuk juara musim ini akan tertutup jika gagal mengalahkan Chelsea

Menjamu penguasa puncak klasemen saat ini, Chelsea,  Liverpool kini berada dalam situasi antara hidup dan mati. Keputusan nasib The Reds bergantung dari mampu atau tidaknya mereka mengatasi perlawanan The Blues dalam laga dini hari nanti yang akan digelar di Anfield.

Gerrard : Jika Kalah, Peluang Juara Berakhir

Kemenangan dalam laga kontra Chelsea merupakan harga mati bagi Liverpool

Kemenangan dalam laga kontra Chelsea merupakan harga mati bagi Liverpool

Dalam beberapa bulan terakhir, Liverpool kerap meraih hasil buruk. Yang terakhir adalah saat The Reds kecolongan atas Southampton. Kekalahan tersebut membuat mereka harus menyudahi perjuangan mereka di turnamen Piala Liga Inggris pada tengah pekan lalu. Melihat deretan hasil buruk tersebut, secara otomatis hal itu mempengaruhi mentalitas bermain para punggawa Anfield.

Hal tersebut pun juga diyakini oleh sang mantan kapten, Steven Gerrard. Gerrard mengaku menyadari bahwa Liverpool kini sedang tidak dalam performa terbaiknya.Pria yang kini tengah merintis karir di staf kepelatihan di Anfield tersebut juga menganggap bahwa sang mantan klub harus segera mencetak hasil positif.

Menjelang pertadingan kandang menjamu Chelsea, Gerrard juga menegaskan bahwa kemenangan merupakan harga mati bagi The Reds. Sang legenda Anfield tersebut menyatakan bahwa peluang Liverpool untuk meraih gelar musim ini akan benar-benar tertutup jika merka kalah. Mengangkat trofi Liga Inggris pun lagi-lagi hanya akan menjadi angan-angan semu bagi tim yang membesarkan namanya tersebut.

“Pertandingan berikutnya adalah menghadapi Chelsea di Anfielld. Dan kemenangan adalah satu-satunya cara untuk kembali memperoleh kans juara. Jika kalah, maka selesai sudah, pintu peluang akan benar-benar tertutup rapat. Dukungan pasti akan selalu mengalir bagi Liverpool. Tentu saja semua orang ingin mereka meraih kemenangan.” ujar Gerrard.

“Ya tentu saja semua akan mendukung Liverpool untuk menang. Mereka (Arsenal, Manchester United, Manchester City) pasti berusaha untuk menjegal Chelsea sebagai pemimpin klasemen. Mungkin tidak bagi Tottenham Hotspur, peluang mereka untuk juara lebih kecil dari Liverpool. Jelas bukan suntikan moral yang diberikan mereka terhadap Liverpool? Mereka semua ingin kami menang.” tambah sang mantan kapten tersebut.

Spekulasi tentang penyebab hasil negatif beruntun Liverpool terus menguat. Kepergian Sadio Mane untuk membela timnas Senegal diperkirakan menjadi penyebab utama kemerosotan performa Roberto Firmino dkk.

Conte : Tak Mudah Mengalahkan Liverpool di Anfield

Peluang Liverpool untuk juara musim ini akan tertutup jika gagal mengalahkan Chelsea

Peluang Liverpool untuk juara musim ini akan tertutup jika gagal mengalahkan Chelsea

Sementara itu dari kubu Chelsea, manajer Antonio Conte mengaku tak ingin sesumbar dapat mengalahkan The Reds di Stadion Anfield. Nada pesimis tersebut bukanlah tanpa alasan, Conte menyebutkan bahwa Liverpool merupakan yang sama sekali tidak boleh diangap remeh. Pernyataan tersebut merupakan ujung dari kekalahan The Blues atas skuad asuhan Jurgen Klopp di Stamford Bridge beberapa pekan lalu.

Oleh karena itu jelang laga dini hari nanti, Conte berharap para pemain tetap menjaga untuk tidak kehilangan fokus. Conte menganggap Coutinho dkk. akan lebih berbahaya jika mereka bermain di hadapan ribuan pendukung di Anfield. Pria asal Italia tersebut pun menambahkan:

“Meraih kemenangan atas Liverpool di Anfield merupakan tugas yang tidak akan mudah. Mereka (Liverpool) bahkan berhasil mengalahkan kami di hadapan para pendukung kami di Stamford Bridge kemarin. Dan juga ditambah kami hanya memiliki persiapan sepanjang dua hari. Jadi, ya, pertandingan malam nanti tidak akan berjalan mudah.” ungkap Conte.

“Liverpool merupaka tipikal tim yang tidak akan berhenti berlari sampai peluit akhir dibunyikan. Mereka memiliki para pemain dengan karakter pekerja keras dan juga jangan lupakan sang manajer, Jurgen Klopp. Memang mereka menerima hasil buruk akhir-akhir ini, namun itu hanya karena mereka kurang beruntung. Saya hanya berharap para pemain bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dalam pertandingan nanti.” tutup mantann pelatih Juventus tersebut.

Bisakah Liverpool mengatasi perlawanan Chelsea pada dini hari nanti?

Kemenpora Tak Akan Kembali Bekukan PSSI

Gatot S. Dewa Broto

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat telah meresmikan kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang memiliki masa bakti dari tahun 2016 hingga berakhir empat tahun kedepan. Peresmian tersebut dihelat di Gedung Balai Kartini pada hari Jumat, 27 Januari 2017 atau tepatnya tadi pagi tadi.

Gatot S. Dewa Broto

Gatot S. Dewa Broto menegaskan bahwa Kemenpora tak akan lagi membekukan PSSI

Dalam peresmian itu turut hadir Gatot S. Dewa Broto selaku perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Lantaran Imam Nahrawi yang menjadi Menpero tak bisa hadir karena ada urusan yang tak kalah pentingnya.

Dalam sambutannya, Gatot menyampaikan pesan Imam teruntuk kepada PSSI yang saat ini berada dibawah kepemimpinan Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi. Yang isitmewanya dari sambutan tersebut adalah bahwa pihaknya menegaskan tak akan kembali membekukan PSSI yang pernah terjadi pada tahun 2015 lalu.

“Saya hadir disini untuk mewakili bapak Menteri yang berhalangan hadir. Bapak terlebih dahulu menyampaikan pesan kepada Pak Edy, bahwa Pemerintah akan hadir dibelakang Pak Edy. Sehingga, tak perlu dikhawatirkan akan ada kebijakan pembekukan lagi. Kami turut hadir disini untuk menegaskan bahwa kami akan mendukung PSSI dibawah kepemimpinan Pak Edy,” ujar Gatot.

Gatot juga mengingatkan kepada PSSI agar lebih profesional dan lebih baik lagi dalam mengelola para pendukung tim. Meskipun hal tersebut merupakan tugas dan kewajiban bagi masing-masing klub.

“Kami juga memberikan saran kepada para pengurus PSSI yang baru, bahwa agar lebih dapat profesional lagi dalam mengatur para supporter sepakbola yang hadir ke Stadion. Para fans harus dapat lebih tenang dan tak ada lagi kasus anarkistis. Dengan demikian, kemajuan sepakbola Indonesia akan semakin membaik,” tutup Gatot.

PSSI Hilangkan Satu Waketum

Kepengurusan PSSI dibawah kepemimpinan resmi Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi tadi pagi resmi dilantik di gedung Balai Kartini, Jakarta. Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman.

PSSI

Pelantikan Pengurus PSSI periode 2016-2020 di gedung Balai Kartini, Jakarta

Dalam pelantikan tersebut terdapat sesuatu yang menarik dan berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana PSSI periode 2016-2020 ini ternyata menghilangkan satu jabatan yaitu satu wakil ketua umum (waketum). Padahal apabila melihat dari Statuta PSSI, bahwa waketum itu terdiri dari dua anggota.

Kongres Pemilihan PSSI pada tanggal 10 November 2016 lalu, Joko Driyono terpilih sebagai wakil ketua umum pertama dan Iwan Budianto sebagai waketum kedua. Namun, pada akhirnya posisi Budianto kini tak lagi menjadi waktum, melainkan menjabat sebagai kepala staf ketua umum.

Edy mengkonfirmasi bahwa hal tersebut tidak menyalahi aturan ataupun Statuta PSSI. “Hal itu tak melanggar mengenai statuta. Dimana statuta itu hanya menentukan anggota Exco. Jumlah Exco saat ini masih tetap dengan aturan. Tidak mungkin lagi kami menggunakan dua anggota yang memiliki status sama yakni wakil ketua. Pada umumnya juga waketum itu hanya satu,”

“Dengan demikian, waketum yang dahulu ada dua, diganti menjadi koordinator staf. Maka Pak Iwan Budianto kami angkat sebagai kepala staf. Beliau memiliki tugas untuk mengkoordinir para staf yang dimana merupakan anggota Exco,” ungkap Edy.

Agum Gumelar Sebagai Dewan Kehormatan PSSI

Dalam pelantikan tersebut, Agum Gumelar diangkat sebagai Dewan Kehormatan PSSI untuk periode 2016 hingga 2020. Dimana, memiliki dua anggota yang dijabat oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnaval.

Agum Gumelar

Agum Gumelar diangkat sebagai Dewan Kehormatan PSSI

“Berharap, semoga PSSI kedepannya semakin maju dan lebih profesional. Tentu saja kami berharap bahwa sepakbola Indonesia akan kembali berjaya. Jadi, mari ingatkan kepada kami apabila tidak sesuai dengan harapan dan melenceng. Mari bersama-sama memajukan pesepakbolaan Tanah Air,” ungkap Agum Gumelar.